“Kerja Sama Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo dengan Universitas Kebangsaan Malaysia: Fokus pada Penelitian Isu Politik Indonesia dan Malaysia.”

Gorontalo, April 2022 – Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) IAIN Sultan Amai Gorontalo mengumumkan kerja sama yang signifikan dengan Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada April 2022. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat hubungan akademik dan riset antara kedua institusi, dengan fokus utama pada isu-isu politik yang berkembang di Indonesia dan Malaysia.
Penandatanganan MoU ini diwakili oleh Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo yang dihadiri oleh Dekan FUD, serta pihak Universitas Kebangsaan Malaysia. Suprisno Baderan, Ketua Jurusan Pemikiran Politik Islam IAIN Sultan Amai Gorontalo, dalam sambutannya menjelaskan bahwa penelitian yang dilakukan dalam kerja sama ini akan lebih mendalam menyoroti dinamika politik kedua negara, terutama terkait dengan hubungan sosial-politik dan tantangan demokrasi di masing-masing negara.
“Kerja sama ini tidak hanya berbentuk penelitian akademik, tetapi juga bertujuan untuk memperkuat pemahaman bersama tentang kondisi politik di Indonesia dan Malaysia. Salah satu fokus utama kami adalah mengkaji perkembangan indeks demokrasi di kedua negara, yang saat ini tengah menjadi topik yang sangat relevan dalam konteks politik internasional,” ujar Suprisno Baderan.
Indeks demokrasi yang menjadi bagian penting dari kerja sama ini, menurut Suprisno, akan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kondisi demokrasi di Indonesia dan Malaysia. Hal ini bertujuan untuk menggali lebih dalam tantangan yang dihadapi dalam penguatan demokrasi, serta menganalisis peran partisipasi publik dalam proses politik di kedua negara. Kerja sama ini juga akan melibatkan penelitian bersama, pertukaran dosen, dan kegiatan seminar yang melibatkan mahasiswa dari kedua institusi.
Selain itu, kerja sama ini juga membuka peluang bagi mahasiswa FUD IAIN Sultan Amai Gorontalo untuk mendapatkan pengalaman dan wawasan yang lebih luas melalui program mobilitas akademik ke Universitas Kebangsaan Malaysia, serta sebaliknya.
“Dengan adanya kolaborasi ini, kami berharap dapat meningkatkan kapasitas akademik dan keilmuan di bidang politik Islam, khususnya yang berkaitan dengan demokrasi dan politik internasional. Ini juga akan menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa kami untuk mengembangkan wawasan politik lintas negara,” tambah Suprisno.
Dengan terjalinnya kerja sama ini, diharapkan kedua institusi dapat memperluas jaringan riset dan memperkaya perspektif akademik yang akan memberikan kontribusi positif bagi perkembangan politik di kawasan Asia Tenggara.