BONE BOLANGO — Menjelang momentum demokrasi yang semakin dinamis, Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bone Bolango menggelar Podcast Diskusi Kepemiluan dan Demokrasi (DIKSI) dengan menghadirkan Ketua Jurusan Pemikiran Politik Islam Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo, Hendra Yasin, sebagai narasumber.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Sekretariat Bawaslu Bone Bolango, Jumat (27/2/2026), mengambil tema “Hak Pilih dan Pengawasan Partisipatif dalam Demokrasi”. Tujuan acara ini untuk mendorong kesadaran masyarakat terutama pemilih pemula dalam menggunakan hak pilih serta menjadi bagian dari pengawasan partisipatif terhadap proses pemilu.
Dalam paparannya, Hendra menekankan bahwa menjalankan hak pilih bukan hanya sekadar hadir di tempat pemungutan suara, tetapi juga memahami proses serta konsekuensi dari pilihan tersebut.
“Hak pilih adalah hak sekaligus tanggung jawab. Kita tidak hanya datang untuk memilih, tetapi juga memiliki kewajiban moral untuk mengawasi proses dan hasilnya,” ujar Hendra.
Dia juga mengutip pemikiran Alexis de Tocqueville, bahwa “demokrasi mati bukan karena diserang dari luar, melainkan karena ditinggalkan oleh warganya sendiri.”
Menurut Hendra, kutipan tersebut relevan dengan kondisi saat ini, di mana partisipasi aktif warga negara sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas proses demokrasi di Indonesia khususnya di Gorontalo.
Kegiatan DIKSI merupakan bentuk edukasi publik yang dikemas secara interaktif melalui media podcast.
“Kegiatan ini kami harap mampu menjangkau lebih banyak generasi muda, agar mereka lebih kritis dan aktif dalam setiap proses demokrasi, bukan hanya sekedar datang pada hari pemilihan,” jelasnya.
Diskusi yang dipandu secara profesional berlangsung hangat dan diikuti antusias oleh peserta, dengan sejumlah pertanyaan yang menggali isu-isu terkait literasi politik, politik uang, hingga peran generasi milenial dalam pengawasan pemilu.