Gorontalo – Program Studi Pemikiran Politik Islam (PPI) IAIN Sultan Amai Gorontalo turut mengambil bagian dalam kunjungan akademik Fakultas Ushuluddin dan Dakwah ke Kantor Bawaslu Provinsi Gorontalo pada Selasa, 7 April 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan lembaga pengawas pemilu, khususnya dalam pengembangan kajian politik, demokrasi, dan pengawasan partisipatif.
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo, Idris Usuli, bersama jajaran pimpinan dan sekretariat. Dalam sambutannya, Idris menegaskan pentingnya kolaborasi dengan perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya memperkuat konsolidasi demokrasi di daerah.
“Bawaslu Provinsi Gorontalo sangat mendukung kolaborasi dengan dunia akademik. Kami berharap kerja sama ini dapat menghasilkan output nyata seperti kajian dan jurnal terkait kerawanan pemilu maupun isu pengawasan lainnya,” ujarnya.
Bagi Program Studi Pemikiran Politik Islam, kerja sama ini memiliki nilai akademik yang sangat relevan. Sebagai program studi yang berfokus pada kajian politik, demokrasi, tata kelola pemerintahan, dan pemikiran politik dalam perspektif keislaman, kolaborasi dengan Bawaslu membuka ruang praktik sekaligus riset yang kontekstual bagi mahasiswa.
Dalam pertemuan tersebut, pihak kampus juga menyerahkan draft nota kesepahaman (MoU) kepada Bawaslu Provinsi Gorontalo sebagai langkah awal kerja sama kelembagaan. Selain itu, turut dibahas rencana program magang mahasiswa, yang diharapkan dapat menjadi wahana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa PPI dalam memahami proses pengawasan pemilu secara langsung.
Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Provinsi Gorontalo, Fadjri Arsyad, menyampaikan bahwa mahasiswa magang nantinya akan dilibatkan secara aktif dalam kegiatan pengawasan serta sosialisasi pengawasan partisipatif.
Keterlibatan ini dinilai sejalan dengan capaian pembelajaran Program Studi Pemikiran Politik Islam, terutama dalam membentuk lulusan yang kritis, responsif terhadap isu demokrasi, dan mampu berkontribusi dalam penguatan sistem politik yang berintegritas.
Sementara itu, Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Gorontalo, Nikson Entengo, menambahkan bahwa mahasiswa magang akan dibekali kemampuan teknis yang dapat menjadi bekal profesional setelah menyelesaikan studi.
Pihak Program Studi Pemikiran Politik Islam menyambut baik peluang kolaborasi ini sebagai bagian dari penguatan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi ini juga dinilai strategis dalam memperkaya ruang belajar mahasiswa melalui pengalaman empiris yang selaras dengan perkembangan isu politik kontemporer, demokrasi, dan tata kelola kelembagaan pemilu.
Melalui kerja sama ini, Program Studi Pemikiran Politik Islam berharap dapat memperluas jejaring kelembagaan sekaligus meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam memahami dinamika politik elektoral, etika demokrasi, serta praktik pengawasan pemilu berbasis partisipasi publik.
Editor: Tim Website Prodi Pemikiran Politik Islam
Sumber Foto: Bawaslu Provinsi Gorontalo