Prodi Pemikiran Politik Islam IAIN Sultan Amai Gorontalo Gelar Webinar Nasional Bahas Demokrasi dan Keadilan Konstitusional

Program Studi Pemikiran Politik Islam (PPI) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo sukses menyelenggarakan Webinar Nasional bertajuk “Demokrasi, Kekuasaan, dan Keadilan Konstitusional: Refleksi Akhir Tahun atas Praktik Politik dan Penegakan Hukum di Indonesia” pada Senin, 22 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom dan menghadirkan sejumlah tokoh nasional, akademisi, serta praktisi hukum dan politik dari berbagai lembaga.

Webinar nasional tersebut menjadi ruang akademik untuk membahas dinamika demokrasi, relasi kekuasaan, serta tantangan penegakan hukum di Indonesia dalam perspektif konstitusi dan politik kebangsaan. Kegiatan ini juga merupakan bentuk komitmen Prodi Pemikiran Politik Islam dalam menghadirkan diskusi ilmiah yang aktual, kritis, dan kontekstual bagi mahasiswa maupun masyarakat luas.

Kegiatan dibuka secara resmi melalui welcome speech oleh Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. Ahmad Faisal, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya membangun budaya akademik yang mampu merespons persoalan kebangsaan secara objektif dan ilmiah. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dalam melahirkan generasi intelektual yang kritis, moderat, dan berintegritas.

Webinar ini turut menghadirkan Bima Arya Sugiarto selaku Wakil Menteri Dalam Negeri sebagai keynote speaker. Dalam pemaparannya, ia menyoroti tantangan demokrasi Indonesia di tengah dinamika sosial-politik yang terus berkembang. Ia juga menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai konstitusional dalam menjaga stabilitas demokrasi dan keadilan di Indonesia.

Selain itu, sejumlah narasumber turut memberikan pandangan dan analisis dari berbagai perspektif, di antaranya H. Taufan Pawe (Komisi II DPR RI), Agung Baskoro (Executive Director Trias Politika Indonesia), Andi M. Fuad (Ketua Jurusan Hukum Pidana Islam), Novryantino J. Valhevi (Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Molinau), Lakso Anindito (Ketua IMS7+ Institute), serta Muammar (Ketua Jurusan Hukum Tata Negara).

Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa, dosen, akademisi, dan masyarakat umum dari berbagai daerah. Para peserta aktif menyampaikan pertanyaan dan pandangan terkait praktik demokrasi, dinamika kekuasaan, hingga tantangan penegakan hukum di Indonesia saat ini.

Ketua Jurusan Pemikiran Politik Islam, Hendra Yasin, yang juga bertindak sebagai moderator, menyampaikan bahwa webinar ini diharapkan mampu memperkuat wawasan kebangsaan dan meningkatkan kesadaran kritis mahasiswa terhadap isu-isu politik dan hukum kontemporer. Ia juga berharap kegiatan akademik seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai ruang dialog ilmiah yang produktif dan solutif.

Melalui penyelenggaraan webinar nasional ini, Prodi Pemikiran Politik Islam Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif, responsif, dan relevan terhadap perkembangan sosial-politik di tingkat nasional maupun global.