Dosen PPI IAIN Jadi Narasumber dalam Kegiatan Survey Indeks Kepatuhan Etik Penyelenggara Pemilu (IKEPP)
Pada 16 September 2024, Eka Putra B. Santoso, M.Sos, yang merupakan dosen di Program Studi Pemikiran Politik Islam (PPI), Universitas XYZ, dipercaya sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan survey Indeks Kepatuhan Etik Penyelenggara Pemilu (IKEPP). Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja penyelenggara pemilu di seluruh Indonesia, dengan fokus pada integritas dan etika penyelenggaraan pemilu oleh lembaga-lembaga seperti Bawaslu dan KPU.
Dalam kesempatan tersebut, Eka Putra B. Santoso diwawancarai oleh Tim Pemeriksa Daerah yang diwakilkan oleh Dr. Sahmin Madinah. Dalam wawancara tersebut, Eka memberikan pandangannya terkait dengan kinerja lembaga penyelenggara pemilu, khususnya mengenai upaya yang dilakukan oleh KPU dan Bawaslu dalam menjaga kepatuhan terhadap kode etik pemilu. Ia menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, serta independensi lembaga penyelenggara dalam memastikan jalannya pemilu yang fair dan demokratis.
“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk mengevaluasi sejauh mana lembaga penyelenggara pemilu mampu menjaga integritas dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Sebagai bagian dari proses demokrasi, pemilu yang jujur, adil, dan transparan sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap sistem politik kita,” ujar Eka dalam wawancaranya.
Kegiatan survey ini tidak hanya dilaksanakan di tingkat pusat, tetapi juga dilakukan secara serentak di berbagai daerah. Hal ini menjadi bagian dari evaluasi nasional untuk memetakan sejauh mana penyelenggara pemilu di berbagai daerah mematuhi standar etik yang telah ditetapkan.
Menurut Dr. Sahmin Madinah, tim pemeriksa daerah yang mewakili lembaga penyelenggara pemilu, kegiatan IKEPP bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kinerja lembaga-lembaga pemilu di tingkat lokal maupun nasional. “Dengan adanya evaluasi seperti ini, kami berharap dapat memberikan masukan yang konstruktif kepada KPU dan Bawaslu agar ke depan penyelenggaraan pemilu di Indonesia dapat semakin baik,” tambah Dr. Sahmin.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, karena diharapkan dapat memberikan pengaruh yang signifikan dalam memperkuat proses demokrasi di Indonesia, serta mendorong peningkatan kinerja lembaga penyelenggara pemilu dalam menjalankan tugasnya secara etis dan profesional.