Gorontalo, 26 Juni 2024 – Jurusan Pemikiran Politik Islam Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Amai Gorontalo sukses menggelar seminar internasional dengan tajuk “Religion in the Space of Political Identity in Indonesia”. Acara yang berlangsung pada hari Rabu, 26 Juni 2024, ini dilaksanakan di ruang aula Fakultas Ushuluddin dan Dakwah.

Seminar ini menghadirkan pembicara utama, Dr. Erica Larson, seorang peneliti terkemuka dari National Institute of Singapore. Dengan latar belakang akademik yang mendalam dan pengalaman penelitian yang luas, Dr. Larson membahas bagaimana agama berperan dalam pembentukan identitas politik di Indonesia.

Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Dr. Andries Kango, yang menyampaikan sambutan hangat dan menekankan pentingnya pemahaman yang mendalam tentang hubungan antara agama dan politik di Indonesia. “Seminar ini merupakan kesempatan berharga untuk menggali lebih dalam mengenai dinamika politik dan identitas agama yang membentuk lanskap sosial kita,” ujar Dr. Kango dalam sambutannya.

Moderator seminar, Eka Putra B. Santoso, M.Sos., salah satu dosen dari Jurusan Pemikiran Politik Islam, memandu jalannya diskusi dengan cermat. Dalam perannya sebagai moderator, Eka Putra B. Santoso memastikan diskusi tetap fokus dan produktif, memberikan kesempatan kepada peserta untuk terlibat dalam dialog yang konstruktif.

Acara ini dihadiri oleh para dosen dan mahasiswa dari lingkungan IAIN Sultan Amai Gorontalo. Kehadiran mereka menunjukkan antusiasme dan komitmen terhadap pengembangan ilmu pengetahuan serta pemahaman yang lebih dalam tentang isu-isu terkini dalam studi politik dan agama.

Seminar ini tidak hanya memberikan wawasan berharga mengenai peran agama dalam politik Indonesia, tetapi juga memperkuat jaringan akademik internasional dan meningkatkan kapasitas intelektual di kalangan civitas akademika. Dengan diskusi yang mendalam dan interaktif, seminar ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap studi Pemikiran Politik Islam dan membantu memformulasikan strategi yang lebih baik dalam menghadapi tantangan politik di masa depan.

TOP